Skip to main content

Disclaimer

Sangkalan (Disclaimer)

Jika pengunjung memerlukan informasi lebih lanjut atau memiliki pertanyaan tentang penyangkalan (Disclaimer) blog kami, silahkan hubungi kami melalui email: lasminimangaran@gmail.com

Sangkalan untuk Kamus-Sastra.blogspot.com

Semua informasi yang ada dalam laman ini diterbitkan dengan tujuan baik dan untuk kebaikan. Kami tidak menjamin bahwa informasi tersebut akurat, andal, sahih, dan tepat.

Jika Anda mengambil tindakan atau keputusan berdasarkan informasi yang bersumber dari blog ini, keputusan tersebut merupakan keputusan Anda sendiri dan segala akibat dalam pengambilan keputusan tersebut tidak dapat dibebankan atau ditanggungkan kepada kami.

Dari laman ini Anda dapat mengunjungi situs lain dengan mengikuti tautan ke situs eksternal tersebut. Kami berusaha memberikan tautan yang kredibel, berkualitas, dan bemanfaat. Tetapi kami tidak dapat mengontrol isi dan sifat situs eksternal tersebut. Pemilik tautan (pranala luar) bisa jadi mengubah situs dan/atau konten tanpa pemberitahuan dan bisa saja terjadi sebelum kami mendapatkan kesempatan untuk menghapus tautan yang berubah menjadi 'berbahaya'.

Persetujuan

Dengan menggunakan blog ini, dari manapun sumber rujukannya, menandakan bahwa Anda menyetujui kebijakan penyangakalan (disclaimer) ini.

Pembaruan


Halaman Sangkalan (Disclaimer) ini dibuat pada, 17 Februari 2019

Popular posts from this blog

A. A Navis Biografi dan Kepengarangannya

A. A Navis Biografi dan Kepengarangan Penulis Cerpen "Robohnya Surau Kami" A A Navis adalah nama yang terkenal dari Ali Akbar Navis. A A Navis lahir di Kampung Jawa, Pdang Panjang, Provinsi Sumatera Barat. Tapatnya pada tanggal 17 November 1924. A A Navis meninggal pada tanggal 22 Maret tahun 2003. A A Navis meninggal setelah menjadi perawatan di RS Jantung Harapan Kita. A. A. Navis memiliki istri bernama Aksari Yasin yang dinikahinya pada tahun 1956. Dari pernikahannya ini AA Navis dikaruniai tujuh anak yaitu: Dini Akbari; Lusi Bebasari; Dedi Andika; Lenggogini; Gemala Ranti; Rinto Amanda; dan Rika Anggraini. AA Navis mendapat julukan sebagai 'Pencemooh nomor Wahid' dan 'Sastrawan Satiris Ulung'. Julukan-julukan tersebtu dapat dikenatui dalam majalah Sastra vol 1, Edisi 3 Juli 2002. Julukan untuk A A Navis tersebut bekaitan erat dengan gaya penulisan dan penggambaran karakter tokoh-tokoh rekaannya. Cerita dan tokoh karakter yang kritis terhadap berbaga...

A Bastari Asnin | Biografi Singkat dan Karyanya

A. Bastari Asnin (1939—1984)   A. Bastari Asnin adalah sastrawan dengan nama lengkap Ahmad Bastari Asnin. Dia lahir di Blambangan, Muaradua, Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan pada tanggal   29 Agustus 1939. A Bastari Asnin meninggal dunia di Jakarta, 21 November 1984. Bastari Asnin sempat kuliah di Fakultas Sosial dan Politik UGM (Universitas Gadjah Mada), Yogyakarta. Dia mendapat gelar Sarjana Muda. Bastari mulai merintis karier sebagai penulis saat tinggal di Yogyakarta. Sebelum masuk ke UGM. Bastari Asnin lulus SD di Palembang pada tahun 1951. Kemudian melanjutkan pendidikan di Madrasah selama empat tahun. Kemudin melanjutkan sekolah di SMA dan lulus pada 1959. Setelah keluar dari UGM, ia bekerja sebagai wartawan di Harian Kami selama dua thaun (1967—1969). Sejak tahun 1970 sampai wafatnya Bastari Asnin bekerja pada majalah berita Tempo. Jabatan terakhir yang ditempatinya adlah redaktur pelaksana. Kisah hidup ketika tingal di Blambangan dan Palemban...

Puisi Lama | Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Puisi Lama Puisi lama adalah puisi yang sudah ada dalam masyarakat Indonesia sebelum indonesia modern, sebelum bahasa Indonesia lahir, bahkan sebelum masyarakat mengenal bahasa tulis. Jadi, yang dimaksud puisi lama adalah puisi tradisional sebelum puisi Indonesia modern mulai lahir. Jika ditelaah dari tahun, dapat dikatakan bahwa puisi lama adalah puisi yang ada di Indonesia sebelum tahun 1920. Tahun 1920 merupakan tonggak lahirnya bahasa dan sastra Indonesia dengan munculnya penerbit Balai Poestaka sebagai wujud dari politik etis penjajah Belanda. Dalam salah satu program politik etis disebutkan bahwa pemerintah kolonial Belanda harus menyediakan pendidikan dan bahan bacaan bagi bangsa pribumi Hindia Belanda. Puisi lama yang Masyhur adalah: Pantun, Syair, dan Mantra Puisi Lama sebenarnya juga masih muncul dalam karya sastra prosa yang diterbitkan oleh Balai Poestaka setelah tahun 1920. Pada masa itu, pantun dan syair banyak ditemukan dalam roman dan novel yang t...