Skip to main content

Syarat-Ketentuan

Syarat dan Ketentuan Kamus-Sastra.blogspot.com

Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi tambahan. Silahkan kirim hal tersebut melalui email: lasminimangaran@gmail.com

Pendahuluan

Syarat dan Ketentuan ini belaku untuk seluruh pengunjung blog ini. Jika pengunjung menggunakan blog ini, hal tesebut menandakan bahwa yang bersangkutan juga menyetujui serta mematuhi syarat dan ketentuan yang berlaku di sini.

Pengunjung harus sekurang-kurangnya adalah 13 tahun. Dengan menggunakan blog ini, hal itu menandakan bahwa pengunjung menyetujui.

Lisensi Pengguna Blog

Semua yang ada di blog ini bisa jadi memiliki hak cipta. Sebagaimana dilindungi oleh negara melalui
undang-undang dan peraturan. Konten yang memiliki hak cipta boleh dilihat, dicetak, dan disimpan, serta digunakan untuk kepentingan pribadi.

Pengunjung tidak boleh:
- Memublikasikan ulang konten yang ada dalam blog ini.
- Menjual, menyewakan ketentuan yang ada dalam blog ini.
- Menunjukkan (memublikasikan ulang) ke blog lain.
- Memproduksi ulang konten, menduplikasi, mengkopi, atau mengambil alih materi dari blog ini dengan tujuan komersial.
- Mereproduksi konten dan disebar melalui media lain.

Tanpa Garansi


Segala materi yang ada di dalam blog ini tidak ada garansinya. Kami tidak menjamin bahwa blog ini akan selalu ada, atau akan sekadar dapat ditemukan.

Kami juga tidak bisa menggaransi bahwa informasi yang terdapat di sini adalah informasi yang komplit, benar, akurat, dan tanpa kekeliruan.

Comments

Popular posts from this blog

A. A Navis Biografi dan Kepengarangannya

A. A Navis Biografi dan Kepengarangan Penulis Cerpen "Robohnya Surau Kami" A A Navis adalah nama yang terkenal dari Ali Akbar Navis. A A Navis lahir di Kampung Jawa, Pdang Panjang, Provinsi Sumatera Barat. Tapatnya pada tanggal 17 November 1924. A A Navis meninggal pada tanggal 22 Maret tahun 2003. A A Navis meninggal setelah menjadi perawatan di RS Jantung Harapan Kita. A. A. Navis memiliki istri bernama Aksari Yasin yang dinikahinya pada tahun 1956. Dari pernikahannya ini AA Navis dikaruniai tujuh anak yaitu: Dini Akbari; Lusi Bebasari; Dedi Andika; Lenggogini; Gemala Ranti; Rinto Amanda; dan Rika Anggraini. AA Navis mendapat julukan sebagai 'Pencemooh nomor Wahid' dan 'Sastrawan Satiris Ulung'. Julukan-julukan tersebtu dapat dikenatui dalam majalah Sastra vol 1, Edisi 3 Juli 2002. Julukan untuk A A Navis tersebut bekaitan erat dengan gaya penulisan dan penggambaran karakter tokoh-tokoh rekaannya. Cerita dan tokoh karakter yang kritis terhadap berbaga...

A Bastari Asnin | Biografi Singkat dan Karyanya

A. Bastari Asnin (1939—1984)   A. Bastari Asnin adalah sastrawan dengan nama lengkap Ahmad Bastari Asnin. Dia lahir di Blambangan, Muaradua, Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan pada tanggal   29 Agustus 1939. A Bastari Asnin meninggal dunia di Jakarta, 21 November 1984. Bastari Asnin sempat kuliah di Fakultas Sosial dan Politik UGM (Universitas Gadjah Mada), Yogyakarta. Dia mendapat gelar Sarjana Muda. Bastari mulai merintis karier sebagai penulis saat tinggal di Yogyakarta. Sebelum masuk ke UGM. Bastari Asnin lulus SD di Palembang pada tahun 1951. Kemudian melanjutkan pendidikan di Madrasah selama empat tahun. Kemudin melanjutkan sekolah di SMA dan lulus pada 1959. Setelah keluar dari UGM, ia bekerja sebagai wartawan di Harian Kami selama dua thaun (1967—1969). Sejak tahun 1970 sampai wafatnya Bastari Asnin bekerja pada majalah berita Tempo. Jabatan terakhir yang ditempatinya adlah redaktur pelaksana. Kisah hidup ketika tingal di Blambangan dan Palemban...

Puisi Lama | Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Puisi Lama Puisi lama adalah puisi yang sudah ada dalam masyarakat Indonesia sebelum indonesia modern, sebelum bahasa Indonesia lahir, bahkan sebelum masyarakat mengenal bahasa tulis. Jadi, yang dimaksud puisi lama adalah puisi tradisional sebelum puisi Indonesia modern mulai lahir. Jika ditelaah dari tahun, dapat dikatakan bahwa puisi lama adalah puisi yang ada di Indonesia sebelum tahun 1920. Tahun 1920 merupakan tonggak lahirnya bahasa dan sastra Indonesia dengan munculnya penerbit Balai Poestaka sebagai wujud dari politik etis penjajah Belanda. Dalam salah satu program politik etis disebutkan bahwa pemerintah kolonial Belanda harus menyediakan pendidikan dan bahan bacaan bagi bangsa pribumi Hindia Belanda. Puisi lama yang Masyhur adalah: Pantun, Syair, dan Mantra Puisi Lama sebenarnya juga masih muncul dalam karya sastra prosa yang diterbitkan oleh Balai Poestaka setelah tahun 1920. Pada masa itu, pantun dan syair banyak ditemukan dalam roman dan novel yang t...